Kris Fathoni W - detiksport

REUTERS
Sebelum laga, Minggu (26/10/2008), dihelat mungkin tak banyak yang menjagokan Liverpool. Faktanya, semasa The Reds dibesut Rafael Benitez, mereka sama sekali belum pernah menang atas sesama klub big four Inggris dalam sebuah partai tandang.
Anfield Gang tercatat hanya mampu mengoleksi dua angka dari 12 laga Liga Primer yang dilakukan di kandang Arsenal, Chelsea dan Manchester United semenjak era Benitez.
Rekam jejak Liverpool dalam lawatannya ke kandang Chelsea pun tak teramat mengesankan. Dari 16 kali mereka bertamu ke Stamford Bridge di Liga Primer, hanya satu kali klub Merseyside itu bisa menang --7 Januari 2004 lalu. Saat itu Chelsea tunduk lewat gol tunggal Bruno Cheyrou.
Kenyataan bahwa Chelsea belum pernah kalah dalam laga Premiership di Stamford Bridge semenjak empat tahun delapan bulan lalu --tepatnya semenjak Februari 2004-- kian bikin Liverpool diragukan bisa menang. Skor imbang tampaknya akan jadi hasil paling realistis.
Rekor kandang Chelsea yang sudah 86 kali tak pernah kalah di markas sendiri dalam partai Premiership pun ikut menambah kegarangan Frank Lampard cs di kandang. Selain itu, "Si Biru" juga belum pernah kalah dalam 29 partai liga, sementara Liverpool "cuma" 15.
Akan tetapi, skor akhir 1-0 buat Liverpool hasil gol tunggal Xabi Alonso akhirnya menjadi penanda terhentinya rekor tak terkalahkan Chelsea. Liverpool-lah yang digdaya, meraih tiga angka sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkannya di liga.
Dalam meraih kejayaan itu, BBC mencatat bahwa "Si Merah" harus menempuh jarak sejauh 221 mil (355 km) untuk melawat ke Stamford Bridge. Jarak tersebut adalah yang terjauh yang mesti ditempuh tim-tim tandang lainnya pada pekan ini.
Tak percuma memang Liverpool melakukan lawatan paling jauh di antara tim-tim tandang Premiership lainnya pada pekan ini, karena ganjarannya adalah kemenangan atas salah satu rival berat.
( krs / a2s )
